telusuri


Friday, October 1, 2010

PROFIL PEMAIN : GREYSIA POLII








Greysia Polii (lahir di Jakarta, 11 Agustus 1987; umur 23 tahun; sering dipanggil dengan nama Grace) adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda Indonesia. Pada ganda putri putri pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi ini biasa berpasangan dengan Jo Novita di berbagai ajang. Ia mulai ikut di tim Piala Uber Indonesia sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008.Pada pertengahan tahun 2008, ia mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari karena usia Jo Novita yang tidak muda lagi dan tidak bisa diharapkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia Polii lagi. Di awal tahun 2009 prestasi Greysia Polii dengan Nitya belum menunjukkan prestasi, apalagi dengan hengkangnya Vita Marissa dari pelatnas, maka pelatnas membutuhkan kekuatan di sektor ganda putri. Apalagi tahun ini diselengarakan Sudirman Cup di Guangzhou,China. Pada saat mengikuti turnamen Singapore Open, Grace menunjukkan banyak peningkatan, yang tak diduga sebelumnya ia melaju sampai Perempat final dan mengalahkan peman No. 1 dunia Wong Pei Tty / Chin Eei Hui dari Malaysia. Ia pun lolos ke final setelah mengalahkan ganda putri No. 9 dunia Lena Frier Kristiansen / Kamilla Rytter Juhl dariDenmark, tapi kejutan itu tidak berlanjut di Final karena ia tumbang ditangan pemain China yang sebelumnya pernah mengalahkan Greysia / Nitya di All England, yaitu Zhang Yawen / Zhao Tingting.Indonesia akhirnya bisa memiliki ganda putri kelas dunia setelah berakhirnya ganda putri Vita Marissa / Lilyana Natsir, mendampingi Shendy Puspa Irawati / Meiliana Jauhari. Greysia / Nitya sekarang masuk dalam pemain 10 besar dunia.


Prestasi

dengan Jo Novita
2005:
  • Perak sektor ganda Putri SEA Games 2005
2007:
2008:

2009:

MENGAPA PRESTASI BULUTANGKIS SEMAKIN MENURUN?




Prestasi atlet bulutangkis kita di dunia international memang mengalami penurunan terbukti dengan sedikitnya juara yang dihasilkan diberbagai tournament. Banyak komentar yang disampaikan oleh orang yang mengerti bulutangkis baik yang sifatnya mengkritik, memberi saran atau yang hanya sekedar berkomentar. Mengapa dengan menurunnya prestasi bulutangkis Indonesia, PBSI tidak mencoba membuat suatu seminar atau kajian dengan mengundang pakar-pakar dari beberapa disiplin ilmu yang mendukung. Disamping itu orang-orang yang berkomentar dapat lebih terarah dalam memberikan masukan tentang bagaimana membangun kembali prestasi olahraga bulutangkis yang pernah kita punyai.
Kalau saja PBSI punya inisiatif untuk memproduksi buku atau video tentang bulutangkis dan mempermudah bagi masyarakat untuk menjangkau atau mendapatkan buku atau video agar dapat diajarkan dasar dasar bulutangkis kepada anak-anak supaya bila mereka sudah siap masuk PB nanti tinggal di permatang teknik-teknik dasar tersebut.tapi karena begitu sulitnya buku-buku atau video tersebut sehingga mereka harus masuk PB untuk di ajarkan teknik dasar dari badminton.bukankah lebih dini di ajarkan lebih matang hasinya nanti.
Prestasi Indonesia menurun karena Indonesia jarang menurunkan para pemain junior ke berbagai turnamen. Coba kalo misalnya sering diturunin ke turnamen, pemain junior pasti akan bertambah pengalaman mainnya dan otomatis karena sudah lawan pemain luar negeri, kemampuannya lebih terasah, dan lebih mengenal gaya permainan pemain lain. Kalo turnamen itu tidak terlalu tinggi kelasnya, seperti grand prix, mendingan pemain muda aja yang diturunin, yang senior diistirahatkan
adapun kendala2 yang lain:
1. Biaya PBSI (katanya) tdk cukup mengirimkan semua pemain2nya ke luar negeri shg hanya pemain yg berpotensi juara yg dikirim.
Akibatnya:
Pemain utama tidak ada yang meng-cover bila terjdi penurunan prestasi. Jamannya thn 90an pemain kita slalu ada yg mencover. Tunggal putra silih berganti menjadi juara. Tnggal putri, susi susanti menurun, ada mia audina, dll.
2. Sistem manajemen kepelatihan perlu dikoreksi. Tdk ada salahnya merekrut pelatih luar. Dahulu kita menggunakan pelatih luar looo, sprti Tong Sin Fu, pelatih tunggal putra. Syang dia sulit mendptkan kwarganegraan Indonesia, akhirnya pulang ke China, dan malah mengorbitkan Lin Dan, Zhang Ning, dkk
FINALLY
3. Menjadi atlet di Indonesia sekarang ini tidak menjamin menjamin peningkatan standar kualitas hidup. Paradigma ini memang selalu bergeser, sehingga banyak orang tua tdk mengizinkan anaknya menjadi atlet. Berbeda kasus di negara lain. Pemerintah melalui MENPORA hrs giat m’berikan penghargaan yg lbh bgi atlet, krn mereka telah mengorbankan hampir sbgian hidupnya hanya utk berlatih dari anak2, dan mengesampingkan mengikuti pendidikan lanjutan.
Marilah kita pecinta bulutangkis dimana saja berada ikut mensosialisasikan bulutangkis ke masyarakat luas, perlu jg dengan pertemuan-pertemuan teori misal, seminar, diskusi, workshop atau yang lainnya.

Friday, April 16, 2010

NITYA KRISHINDA MAHESWARI : MENGIDOLAKAN VITA MARISSA



NITYA Krishinda Maheswari merasa sangat kehilangan ketika Vita Marissa mengundurkan diri. Padahal, dia sudah menyiapkan kamar di Cipayung untuk menyambut seniornya tersebut.


"Cik Vita sendiri yang minta sekamar sama saya. Wah, sama sekali tidak menyangka. Sebab, saya memprediksi akan sekamar sama yang sepantar atau di bawah saya," ungkapnya.

Gadis asal Blitar, Jawa Timur, itu mengaku sampai menyiapkan seprai khusus untuk Vita. Dia merasa perlu memberi sambutan khusus kepada Vita. Sebab, ke depan, dia bermimpi bisa menimba ilmu dari dia.

Pemain yang kini berpasangan dengan Greysia Polii tersebut menyatakan akrab dengan Vita. Kebetulan, hobi mereka sama. Yakni, makan. "Tapi, kalau sekamar, pasti akan berbeda. Sebab, akan lebih banyak waktu bareng-bareng," ujarnya.

Nitya mengidolakan Vita. Alasannya, tak hanya piawai di ganda campuran, Vita juga moncer di ganda wanita. Apalagi, setahun ini, Vita sukses menjadi ganda wanita nomor satu tanah air setelah menembus peringkat lima dunia bersama Liliyana Natsir. Di lapangan, Nitya mengagumi bola-bola sulit yang dimiliki Vita.

Namun, Nitya melihat Vita sebagai manuasia biasa. Sebagai anak dari keluarga broken home, Vita merupakan pemain yang mudah tersentuh. Vita mudah berkaca-kaca dan menangis. "Cik Vita tidak pernah menyerah meski kadang terlihat bahunya sakit. Dia tetap main di dua nomor dan hasilnya juga lumayan," ungkap pemain yang akrab disapa Ndut itu.

Kini Nitya kembali sendiri di salah satu kamar asrama Cipayung. Dia pasrah soal teman sekamarnya kelak.

Sunday, April 11, 2010

BULUTANGKIS : OLAHRAGA FAVORIT INDONESIA.

Bulutangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.

Mirip dengan tenis, bulutangkis bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock”) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Partai

Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulutangkis, yaitu:
Tunggal putra
Tunggal putri
Ganda putra
Ganda putri
Ganda campuran

Lapangan dan jaring

Lapangan bulutangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Perlengkapan

Raket

Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulutangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

Senar

Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulutangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.

Kok

Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulutangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari pelastik.

Sepatu

Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulutangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulutangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.

Memainkan bulutangkis

Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulutangkis.

Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis.

Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan “keluar”. Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.

Servis

Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan “keluar” dan poin untuk penerima servis.

Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.

Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertam kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:

Sistem pindah bola

Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai “orang pertama”. Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.

Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi “orang pertama” saat melakukan servis.

Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.

Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh “orang pertama”.

Sistem reli poin

Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.

Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.

Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.

Sistem perhitungan poin

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sistem perhitungan poin bulutangkis

Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3×21 reli poin. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.

Sejarah

Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.

Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.

Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.

Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul “Badminton Battledore – a new game” (“Battledore Bulutangkis – sebuah permainan baru”). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris.

Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.

Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.

Induk organisasi

International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.

Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.

Daftar pemain bulutangkis tingkat dunia

Berikut adalah daftar pemain bulutangkis terkenal.

Pemain Bulutangkis Pra Modern
Ade Chandra (Indonesia)
Alan Budikusuma (Indonesia)
Ardy B. Wiranata, pemenang Indonesia Terbuka 6 kali (Indonesia)
Christian Hadinata (Indonesia)
Din Qi Qing (RRC)
Eddy Choong (Malaysia)
Eddy Hartono (Indonesia)
Elizabeth Latief (Indonesia)
Erland Kops (Denmark)
Ferry Sonneville (Indonesia)
Foo Kok Keong (Malaysia)
Han Ai Ping (RRC)
Hariyanto Arbi (Indonesia)
Hastomo Arbi (Indonesia)
Hendrawan (Indonesia)
Hermawan Susanto (Indonesia)
Ib Fredericksen (Denmark)
Icuk Sugiarto (Indonesia)
Ivanna Lie (Indonesia)
Joko Suprianto (Indonesia)
Lenne Koppens (Denmark)
Li Ling Wei (RRC)
Liem Swie King (Indonesia)
Lius Pongoh (Indonesia)
Luan Jin (RRC)
Megah Idawati (Indonesia)
Mia Audina (Belanda)
Misbun Sidek (Malaysia)
Morten Frost Hansen (Denmark)
Park Joo-bong (Korea Selatan), pemain paling berjaya dalam BWF World Championships
Prakash Padukone (India)
Pullela Gopichand (India)
Punch Gunalan (Malaysia)
Rashid Sidek (Malaysia)
Rexy Mainaky (Indonesia)
Ricky Subagja (Indonesia)
Rosiana Tendean (Indonesia)
Rudy Gunawan (Indonesia
Rudy Hartono Kurniawan, pemenang All England 8 kali (Indonesia)
Sarwendah Kusumawardhani (Indonesia)
Susi Susanti (Indonesia)
Svend Pri (Denmark)
Sze Yu (Australia)
Tan Aik Huang (Malaysia)
Tony Gunawan (Indonesia)
Tjun Tjun (Indonesia)
Xiong Guo bao (RRC)
Yang Yang (RRC)
Ye Zhaoying (RRC)
Zhao Jian Hua (RRC)

Pemain bulutangkis modern tahun 2000
Bao Chunlai (Tiongkok)
Cai Yun (Tiongkok)
Candra Wijaya (Indonesia)
Chen Hong (Tiongkok)
Fu Haifeng (Tiongkok)
Lee Chong Wei (Malaysia)
Lin Dan (Tiongkok)
Peter Hoeg Gade (Denmark)
Pi Hongyan (Perancis)
Taufik Hidayat (Indonesia)
Tony Gunawan (Amerika Serikat)
Hendra Setiawan (indonesia)
Markis Kido (Indonesia)
Simon Santoso (Indonesia)
Maria Kristin (Indonesia)
Sony Dwi Kuncoro (Indonesia)
Nova Widianto (Indonesia)
Flandy Limpele (Indonesia)
Liliyana Natsir (Indonesia)
Vita Marrisa (Indonesia)
Xie Xingfang (Tiongkok)
Zhu Lin (Tiongkok)
Pia Zebadiah Bernadet (Indonesia)
Adriyanti Firdasari (Indonesia)
Saina Nehwal (India)
Eriko Hirose (Jepang)

Thursday, April 8, 2010

TAUFIK HIDAYAT ATLIT TERBAIK TAHUN 2006 DI INDONESIAN SPORT AWARD.

Jakarta - Pebulutangkis Taufik Hidayat dan petenis Wynne Prakusya dinobatkan sebagai atlet terbaik Indonesia 2006, sementara atlet favorit pilihan masyarakat adalah petinju Chris John.


Dalam acara bertajuk "2006 Indonesian Sport Award: Anugrah Insan Olahraga Terbaik Bangsa" yang digelar di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (7/4/2006) malam WIB, Taufik mengalahkan antara lain Chris John, Bambang Pamungkas (sepakbola), dan Umar Syarief (karate) yang juga masuk nominasi.

Prestasi tertinggi atlet asal Pengalengan, Jawa Barat, itu di tahun lalu adalah juara di Kejuaraan Dunia di Anaheim, Amerika Serikat, atau setahun setelah ia meraih medali emas di Olimpiade Athena, Yunani.

Belum lama ini menantu Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar itu masuk daftar nominasi "World Top Ten Athletes 2005" versi KONI-nya Cina bekerja sama dengan Panitia Olimpiade Beijing 2008.

Di kelompok putri, Wynne terpilih sebagai atlet terbaik berkat prestasinya meraih dua medali emas di SEA Games 2005 di Manila, Filipina, yakni di nomor tunggal dan ganda putri.

Wynne, atlet asal Solo yang dua pekan mendatang akan berusia 25 tahun, mengalahkan pesaing-pesaingnya seperti Bary Agustini Said (menembak), Olivia Sdai (atletik), Rina Dewi Puspitasari (panahan), Santia Tri Kusuma (balap sepeda), dan Sarce Aronggear (kano).

Untuk kategori pelatih terbaik, penghargaan diberikan kepada pelatih ganda putra bulutangkis Indonesia, Richard Mainaky. Ia mengungguli Mulyo Handoyo (pelatih Taufik Hidayat), Criag Christian (pelatih Chris John), M. Gustin (karate), Slamet Mulyanto (voli pantai), dan Suzanna Anggarkusuma (tenis).

Sementara itu atlet favorit pilihan masyarakat, yang penilaiannya didasari pada hasil polling via Short Message Service (SMS), jatuh ke tangan juara dunia tinju kelas bulu WBC, Chris John.

Ia mendapat suara terbanyak mengalahkan antara lain Taufik, Wynne, Umar Syarif, serta dua pembalap Alexandra Asmasoebrata dan Ananda Mikola.

Penghargaan ini adalah yang pertama kalinya digagas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sebanyak kurang lebih 1.000 undangan hadir pada acara ini, yang dihadiri antara lain oleh Menpora Adhyaksa Dault dan Agum Gumelar.

Sebagai penambah semarak acara, tampil sebagai penghibur beberapa artis terkenal seperti band Radja, Titi DJ, dan Vina Panduwinata, dengan pemandu utama Tamara Geraldine dan Charles Bonar Sirait.

Pemenang 2006 Indonesian Sport Awards:
Atlet putra terbaik: Taufik Hidayat (bulutangkis)
Atlet putri terbaik: Wynne Prakusya (tenis)
Atlet pasangan/beregu terbaik: Nova Widyanto/Lilyana Natsir (bulutangkis)
Pelatih terbaik: Richard Mainaky (bulutangkis)
Pembina terbaik: Luhut Binsar Panjaitan (karate)
Atlet harapan: Irene Karisma (catur)
Atlet favorit: Chris John (tinju)
Lifetime Achievement Award: (Alm) Mandagi Bersaudara (terjun payung)

Tuesday, April 6, 2010

LIEM SWIE KING : LEGENDARIS BULUTANGKIS MENJADI PENGUSAHA.




Liem Swie King, pahlawan bulutangkis Indonesia, lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956. Dia legendaris bulutangkis Indonesia setelah Rudy Hartono. Dia telah puluhan kali mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga (bulutangkis) dunia. Ia terkenal dengan pukulan jumping smash, yang dijuluki sebagai King Smash.
Sejak kecil Swie King sudah bermain bulu tangkis atas dorongan orangtuanya di Kudus, kota kelahirannya. Kepiawaiannya bermain bulutangkis makin terasah ketika ia masuk ke dalam klub PB Djarum yang telah banyak melahirkan para pemain nasional.
Dalam catatan Pusat Data Tokoh Indonesia, Liem Swie King meraih berbagai prestasi selama 15 tahun berkiprah di bulutangkis. Pertama kali, Swie King meraih Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972). Pada usia 17 tahun (1973), ia menjuarai (II) Pekan Olahraga Nasional. Setelah itu, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Ia pun meraih Juara Kejurnas 1974 dan 1975.
Liem Swie KingKemudian berkiprah di kejuaraan internasional, meraih Juara II All England (1976 & 1977). Kemudian tiga kali menjadi juara All England (1978, 1979, 1981), kejuaraan paling bergengsi kala itu. Selain itu, puluhan medali grand prix lainya, medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan tiga medali emas Piala Thomas (1976, 1979, 1984) dari enam kali membela tim Piala Thomas. Ketika menantang Sang Legendaris Rudy Hartono di final All England tahun 1976, usianya masih 20 tahun. Setelah itu, Liem Swie King menjadi penerus kejayaan Rudy.
Demi Masa Depan
Demi menjamin masa depan, ia pun mengundurkan diri sebagai pemain nasional bulutangkis tahun 1988. Kendati ia tidak langsung bisa menemukan kegiatan usaha untuk mencapai cita-citanya. Setahun setelah berhenti itu, King nyaris dapat dikatakan menganggur. Sebab keahlian dan pengetahuan yang dia miliki hanyalah olahraga bulu tangkis.
Kemudian ia mulai ikut mengelola sebuah hotel di Jalan Melawai Jakarta Selatan milik mertuanya. Setelah itu, ia melebarkan sayap dengan membuka usaha griya pijat kesehatan. Kini usahanya telah mempekerjakan lebih dari 400 karyawan. Berkantornya di Kompleks Perkantoran Grand Wijaya Centre Jakarta Selatan.
Bagaimana King bisa tertarik pada bisnis perhotelan dan pijat kesehatan? Rupanya sebagai pemain bulu tangkis yang sering menginap di hotel berbintang, King tertarik dengan keindahan penataan hotel dan keramahan para pekerjanya. Begitu pula soal griya pijat. Saat menjadi atlet, King selalu membutuhkan terapi pijat setelah lelah berlatih dan bertanding. Kala itu, ia kerap mengunjungi griya pijat kesehatan di kawasan Mayestik Jakarta Selatan yang penataan ruangannya begitu bagus.
Ia pun berpikir bahwa usaha pijat kesehatan (spa) ini sangat prospektif. Kalangan eksekutif dan pengusaha Jakarta yang gila kerja butuh kesegaran fisik dan relaksasi. Maka dia membuka usaha griya pijat kesehatan Sari Mustika. Kini, dia telah membukanya di tiga lokasi, Grand Wijaya Centre, Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, dan Kelapa Gading Jakarta Utara dengan total karyawan sekitar 200 orang. Dalam mengelola usahanya, ia pun tidak sungkan-sungkan menyambut sendiri tamu hotel atau griya pijatnya.
Liem Swie KingHasilnya, selain usahawan dan eksekutif lokal, serta keluarga-keluarga menengah atas Jakarta, banyak ekspatriat menjadi pelanggan griyanya. Ia pun merasa bahagia karena bisa membuktikan griya pijat tidak selalu berkonotasi jelek seperti yang dibayangkan kebanyakan orang.
Menurut informasi dari kerabat dekatnya, Liem Swie King sebenarnya dari marga Oei bukan marga Liem. Pergantian marga seperti ini pada masa dahulu zaman Hindia Belanda biasa terjadi, pada masa itu seorang anak dibawah usia ketika memasuki wilayah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) harus ada orang tua yg menyertainya, bila anak itu tidak beserta orang tua aslinya, maka oleh orang tuanya akan dititipkan kepada “orang tua” yg lain, “orang tua” ini bisa saja bermarga sama atau lain dari aslinya.
Pebulutangkis yang pernah terjun ke dunia film sebagai bintang film Sakura dalam Pelukan, ini kini hidup bahagia bersama isteri dan tiga orang anaknya Alexander King, Stevani King dan Michele King. Ternyata, anak-anaknya tidak tahu bahwa King seorang pahlawan bulutangkis Indonesia.
Belakangan, Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale, pemilik rumah produksi Alenia, menjadikan kehebatan Liem Swie King dalam dunia bulutangkis Indonesia sebagai inspirasi untuk membuat film tentang bulutangkis. Film itu memang bukan bercerita tentang kisah kehidupan King. Akan tetapi, dalam film itu, King menjadi inspirasi bagi seorang ayah yang kagum pada King, lalu memotivasi putranya untuk bisa menjadi juara seperti King.